Petuah orang tua yang ketinggalan jaman, namun bermanfaat

          Kita sebagai orang Indonesia pasti tidak asing lagi dengan yang namanya Pamali, yang suka diceritain orang tua kita. Dimana mereka mendapatkan petuah itu dari orang tuanya juga, dan seterusnya. Tapi di jaman sekarang, di era keterbukaan informasi, banyak yang beranggapan hal-hal seperti Pamali atau semacamnya itu ketinggalan jaman, kuno, jadul . Anak muda yang "ngaku"-nya generasi millenium, generasi X, Y, Z, dst... sering menganggap remeh dan menyepelekan Pamali atau hal-hal klenik.

           Dulu waktu saya masih muda (jaman SMA), saat internet baru mulai populer (saat jaman Friendster dan MIRC), saya terus terang juga menganggap sepele Pamali, atau hal-hal klenik yang dikasih tahu orang tua saya. Tapi saat ini, seiring berjalannya waktu dan usia saya yang semakin dewasa, ketika saya merenungkan kembali pamali dan semacamnya, ternyata banyak hikmah positif dibalik Pamali dan Petuah orang tua jaman baheula . Beberapa saya rangkum sbb;

1. Jangan Suka Berkata kotor, berteriak saat di hutan, nanti diganggu jin dan makhluk halus.
          Sebenarnya, dimanapun kita berada, kita sebaiknya jangan suka berkata kotor. Dan kalau soal berteriak di hutan, itu barangkali bisa mengganggu (bukan mahluk halus-nya), tapi penghuni hutan lain seperti binatang dan bahkan hewan buas. Dan kalau mereka terusik, bisa saja binatang itu malah menyerang kita.

2. Gunung, Pohon, Gua, Mata air ini keramat dan dikeramatkan, karena itu hati-hati saat berkunjung kesana
          Pohon, Gua, Mata Air, Sumur, atau hal lainnya yang masih berkaitan dengan alam, sudah sebaiknya kita jaga dan rawat dengan baik. Jangan suka menebang pohon, karena pohon menghasilkan oksigen untuk kita, mata air dan sumur jangan diambil airnya secara serakah, gua jangan dikotori dan dirusak. Itu makna sebenarnya dari "keramat".

          Di beberapa daerah, ada juga binatang yang dikeramatkan. Kita bisa pahami jika binatang itu unik dan langka, maka sudah sepantasnya kita menjaga dan melestarikan binatang tersebut supaya tidak punah.

3. Jangan bangun tidur terlalu siang, nanti rejekinya dipatok ayam
          Berdasarkan penelitian (dan pengalaman), otak manusia itu akan bekerja dengan lebih baik dan maksimal saat pagi hari. Saat itu, pikiran dan ide2 kreatif bisa muncul, maka dari itu orang sukses pasti rajin bangun pagi. Manfaat bangun pagi selain pikiran yang fresh, juga adalah udara yang tentunya lebih baik ketimbang siang hari.

4. Jangan makan di atas tempat tidur, nanti gampang sakit

         Tempat tidur adalah tempat kita istirahat, dan rata-rata dalam sehari kita menghabiskan sekitar 8 jam berada ditempat tidur. Maka dari itu, wajib bagi kita menjaga kebersihan tempat tidur kita. Makan ditempat tidur akan sangat mungkin menyisakan kotoran (remah makanan) ke kasur, mengundang serangga dan penyakit. Maka dari itu, lebih baik kita tidak makan di tempat tidur.

5. Jangan membuka payung didalam rumah, nanti bawa hal buruk untuk keluarga
          Sederhana nya, mengapa kita harus buka payung dirumah ya? melindungi dari panas atau hujan? yang pasti, kalau payung dibuka dirumah, akan makan tempat, karena bukan payung kan lebar. 

6. Jangan memotong kuku, membersihkan telinga, potong rambut di malam hari, akan bawa sial
          Aktifitas yang berkaitan dengan benda tajam dan organ dalam (telinga), sebaiknya tidak dilakukan malam hari. Malam hari biasanya pencahayaan kurang, dan mata kita tidak terlalu fokus seperti saat siang. Efek yang dikhawatirkan adalah "kecelakaan" saat melakukan aktifitas tersebut.

7. Bunyikan klakson saat berkendara melewati jalan sepi, supaya tidak diganggu mahluk halus.
          Saat berkendara, hal utama adalah fokus pada jalan dihadapan kita. Saat berkendara di jalan yang sepi, apalagi malam hari, mungkin kita bisa mengantuk. Kalau melewati jalan gelap dan minim penerangan, bisa-bisa kalau ada binatang, atau manusia yang menyebrang tiba-tiba, bikin kita kaget dan akhirnya bisa memicu kecelakaan. Membunyikan klakson bisa membantu untuk memberikan sinyal kepada binatang liar atau mungkin manusia yang mau menyebrang jalan, bahwa pertanda kita mau lewat. Jadi mereka tidak akan tiba-tiba menyebrang jalan.

8. Mandi kembang, bisa mengusir sial
         Secara logis, mandi itu baik untuk kesehatan, bisa membersihkan diri dari kuman, menyegarkan badan dan pikiran. Mandi kembang jaman dahulu mungkin dilakukan karena mereka belum mengenal yang namanya sabun mandi. Jaman sekarang, manusia modern masih mandi menggunakan "kembang", hanya bentuknya sudah berbeda yaitu dalam bentuk sabun ber aroma bunga . Kalau kita masih melakukan mandi kembang tradisional, jika dipikirkan itu sebenarnya lebih baik untuk kesehatan kita, karena kita tidak menggunakan bahan kimia, dan juga aman untuk lingkungan (100% alami). Apalagi jika mandi dengan air dingin, malam hari, disaat pikiran mumet dan stress, maka aroma alami bunga bisa membuat pikiran rileks. Diharapkan, akan muncul ide kreatif untuk memcahkan masalah, dan "kesialan" kita pun bisa kita atasi.
 
9. Sebelum mengadakan acara (hajatan), cari tanggal yang baik dulu
          Sebagai orang beragama, saya percaya bahwa semua hari adalah baik. Namun, orang tua memberi tahu ada tanggal yang terbaik dari semua hari baik itu. Ketika orang tua menentukan tanggal untuk kita akan melakukan hajat, misalnya menikah, maka sebenarnya bisa dimaknai bahwa kita harus mempersiapkan segala sesuatu nya untuk keberlangsungan dan kelancaran acara pernikahan tersebut. Kita harus siapin budget, undangan, katering, dan lain sebagainya. Tanggal yang ditentukan oleh orang tua kita, adalah tanggal "deadline", dan membuat kita fokus agar bisa menyelesaikan segala urusan sebelum deadline itu datang. Kalau kita tidak dikasih deadline, itu artinya kita tidak punya tujuan, gak punya arah.

10. Jangan lupa "Nyekar" ke makam orang tua supaya tidak bernasib buruk
 
          Nyekar atau berkunjung ke makam, lazim dilakukan. Beberapa orang bahkan melakukan aktifitas itu secara rutin, pada malam atau waktu tertentu yang dianggap baik, beberapa lainnya sudah jarang atau bahkan tidak sama sekali nyekar makam. Mendoakan orang yang sudah meninggal sebenarnya bisa dilakukan tanpa harus duduk didepan makam nya. Doa itu bisa sampai dari ujung dunia manapun. Tapi hikmah dari berkunjung ke makam, bisa membuat kita ingat akan kematian. Menyadari betapa hidup ini sebenarnya hanya sementara, dan semua akan berakhir dibawah tanah, hanya berbekal kain kafan. Maka dari itu, kita sebaiknya memanfaatkan hidup sebaik mungkin.
 
          Mungkin masih banyak Pamali dan Hal Klenik lain kalau dikumpulin, tapi ga akan cukup 1 trit buat membahas makna nya. Inti yang ingin ane sampaikan adalah, bahwa kalau ditelaah dan direnungkan, petuah orang tua sebenarnya punya makna dan pesan yang bagus.

           Saat orang jaman dahulu mendapatkan pengalaman buruk setelah melakukan sesuatu, normalnya mereka pasti mencari penyebab. Dikarenakan pengetahuan ilmiah yang masih terbatas, maka hal lain yang tidak bisa mereka jelaskan secara logis/ilmiah, mereka memberikan jawaban yang berkaitan dengan klenik, mistis, gaib atau semacamnya. Inti sebenarnya yang ingin orang tua sampaikan adalah, jangan sampai anak2 mereka mengalami hal buruk yang sama.

           Buat sebagian orang lain yang memiliki paham sangat "agamis", hal berbau klenik yang diajarkan orang tua biasanya akan ditentang habis-habisan, karena dianggap akan merusak keimanan. Sebenarnya tidak perlu berpikiran hingga kejawen, mistis, atau ritual mengundang kemusrikan lainnya, tapi cukup pahami saja makna dan pesan nya, bahwa sebenarnya orang tua kita ingin kita bisa hidup berdampingan dengan alam sekitar dengan damai dan baik. Kita bisa menghormati alam, menghormati orang tua, tau sopan santun juga tata krama.
 
 

Comments

Popular posts from this blog

Tips Menyeduh Kopi

Cara Sehat Cegah Gigi Kuning

Cara Orasi Yang Baik Dalam Menyampaikan Pendapat